Apakah keutamaan tafakur

Segala puji hanya bagi Allah,yang tiada terhingga kadar kemulyaan dan keagungan-Nya,yang memaksakan hamba untuk heran jikalau memikirkan tentang kesucian dan keagungan-Nya,menyabarkan hati mahluk dari perasaan putus asa dan menghimbaunya untuk berdzikir(ibadah)dan berfikir.


Rahmat serta salam sejahtera semoga tercurah atas Nabi Muhammad saw,sebagai penghulu anak Adam,keluarga,sahabat serta segala pimpinan kaum muslimin hingga akhir masa.

Umat islam tidak meragukan tentang fungsi pikiran,bahwa dia itu merupakan kunci dari segala cahaya dan langkah awal untuk menggapai penglihatan mata hati juga merupakan jala dari segala ilmu pengetahuan di samping sebagai media untuk menuju Ma'rifah dan segala faham.


Karena itu dia sering di singkap oleh ayat Al-Qur'an,termasuk setingkat lebih rendah daripadanya ialah:Tadabbur,i'tibar,dan nadhar,Juga Rasullahpun bersabda:Tafakkur(berfikir)sesaat itu lebih baik daripada ibadah satu tahun.(Di riwayatkan oleh ibnu Hibban dari sahabat Abi Hurairah)

Mayoritas manusia telah mengetahui keutamaan dan martabat berfikir,tetapi mereka tidak mengetahui hakikat,buah,sumber,arah tujuan,jalan keluar dan metodenya.
Di samping kurang memahami bagimana,untuk apa,karena apa dan mencari apa taffaktur itu.....???

Apakah taffakur itu sendiri merupakan tujuan ataukah merupakan media untuk menggapai tujuan,maka apakah buah tujuan itu,Adakah dia termasuk ilmu pengetahuan atau hanya sikap perbuatan bahkan atau kedua-duanya...?


Berkaitan dengan fenomena tersebut sangat perlu adanya penjelasan,agar menemukan titik terang dari berbagai aspeknya.


KEUTAMAAN TAFFAKUR
Sesungguhnya taffakur dan tadabbur itu adalah perbuatan terpuji,yang banyak disingkap oleh Ayat Al-Qur'an,termasuk pujian Allah terhadap orang yang bertaffakur.
Firman Allah:Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka bertaffakur(memikirkan)tentang penciptaan langit dan bumi(seraya berkata):Ya Tuhan kami,tidaklah Engkau ciptakan ini dengan Sia-Sia"(Ali imran:191)



Ibnu Abbas menceritakan:Pada waktu nabi Muhammad saw.bertemu dengan kaum yang sedang bertaffakkur tentang Allah Azza wa jalla beliau bersabda:
Berfikirlah tentang mahluk Allah dan Janganlah kamu berfikir tentang Allah.Sesungguhnya kadar pikiranmu tiada akan dapat(mencapai)kadar Allah.

Beliau juga pernah bertemu dengan kaum yang sedang taffakkur,tanya beliau:Mengapa kalian tidak berbicara?
Jawab mereka:Kami sedang bertaffakkur tentang mahluk Allah Azza wa jalla.Di kala itu nabi pun bersabda:Bertaffakkurlah tentang Mahluk Allah dan janganlah berfikir tentang Dia!


HIKMAH FIKIR DAN BUAHNYA
Perlu diketahui,bahwa fikir ialah menghadirkan dua Ma'rifat dalam hati untuk menggapai ma'rifat yang ketiga.

Example:
Orang yang cenderung akan dunia serta mengutamakan hidup di dalamnya maka ia berkehendak untuk mengetahui,bahwa Akhirat itu lebih utama daripada dunia,dari kehendaknya itu ada dua jalan:
1)------>Ia mendengar dari orang lain,bahwa akhirat itu lebih utama daripada dunia.
Lalu ia membenarkan dan mengikuti pendapat orang lain tersebut ,tanpa melihat lebih dalam akan hakikat fenomenanya,maka cenderung untuk mengutamakan akhirat,karena berlandasan pendapat orang itu semata-mata.

Sikap yang demikian ini dinamakan Taqlid(mengikuti tanpa alasan)bukan dinamakan Ma'rifah.


2)------->Dia mengetahui kehidupan yang lebih kekal dan lebih utama(Ma'rifah pertama)dan dia pun tahu,bahwa akhirat itu kekal(Ma'rifah kedua)Dengan melalui dua jalan itu,maka berhasillah untuk menggapai Ma'rifah yang ke tiga,yaitu akhirat lebih utama dan diutamakan.
Akan tetapi tidak mungkin mentahkiqkan Ma'rifah yang ketika itu dengan meninggalkan dua Ma'rifah terdahulu.

Sedangkan untuk menghadirkan dua Ma'rifah itu dalam hati dalam rangka menggapai Ma'rifah ketiga disebut:Tafakkur,i'tibar,dan Tadzakkur(mengingat-ingat),Nadhar(Memperhatikan)meneliti dan tadabbur.

Adapun Tadabbur,meneliti,tafakkur ketiga lafadz ini adalah Muraddif(berbagai bentuk lafadz tetapi dalam arti yang satu)

Sedangkan Tadzakkur,i'tibar ,nadhar lafadz ini adalah berlainan arti walaupun dari asal yang sama.

Sebagaimana shaarim,muhannad,saif.Shaarim,berarti pedang karena dia adalah pemotong.
Muhannad,berarti pedang,yang berasal dari india.
Saif,juga berarti pedang,tetapi itu adalah arti pedang secara umum.


Seperti yang demikian juga,I'tibar,berarti menghadirkan dua Ma'rifah yang ketiga,maka medianya disebut Tadzakkur.

Adapun Nadhar dan tafakkur,maka nilainya di atas I'tibar,karena keduanya itu adalah media untuk mencari Ma'rifah ketiga.
Dengan demikian saja,maka dia itu tidak dinamakan orang yang menggunakan nadhar.

Dengan lain kata:Setiap orang yang bertafakkur itu adalah bertadzakkur,tetapi tidak semua orang yang bertadzakkur itu bertafakkur.



Faidah Tadzakkur ialah mengulang-ulang ma'rifah kepada hati,supaya meresap dan tiada terhapus dari hati.

Faidah tafakkur ialah memperbanyak ilmu dan menarik ma'rifah yang belum diperoleh.


Itulah perbedaan antara tafakkur dan tadzakkur.




Ma'rifah-Ma'rifah itu apabila terhimpun dalam hati dan memandu secara tertib dan khusus,maka hal itu menumbuhkan Ma'rifah yang lain.
Ma'rifah itu adalah Natijah ma'rifah,maka apabila telah tergapai ma'rifah yang lain dan berpadu dengan ma'rifah yang selainnya,Niscaya timbullah dari paduan itu suatu Natijah yang lain.

Begitulah kiranya bertambahnya Natijah,ilmu dan fikir sampai tak terhingga.



Sedangkan mayoritas manusia itu terhalang untuk menambah ilmu,karena tiada memiliki modal,YAITU:Ma'rifah-Ma'rifah,yang dengan ma'rifah-ma'rifah itu berbuahlah ilmu.


Seperti orang yang tidak mempunyai dagangan,otomatis dia tidak akan memperoleh laba.
Kadang-kadang dia memiliki dagangan,tetapi dia tidak pandai perdagang,Niscaya dia tidak berlaba.
Seperti pada perempumaan tersebut,kadang-kadang dia berma'rifah yang bermodalkan ilmu,namun tidak pandai menyusun,menjalankan serta memadukan,maka bagaimana dia akan memperoleh Natijah daripadanya.

Datanganya ma'rifah itu melalui dua jalur.