Apakah Tawasul itu...?

Tawassul adalah memohon sesuatu kepada Allah SWT dengan memyebut pribadi atau kedudukan seorang nabi atau imam atau para wali supaya doanya tersebut cepat dikabulkan Allah SWT.



Ada sebagian orang ragu untuk melakukan tawassul,karena mereka merasa kwatir jatuh pada kemusrikkan seperti yang sering disampaikan orang-orang "pandai" kepada kita.

Yakinlah,bahwa Tawassul itu tidak termasuk musrik,karena yang diminta atau dimohon sesuatu itu bukan kepada pribadi Nabi atau orang-orang yang saleh itu,melainkan kepada Allah SWT sendiri.


Karena itu Allah berfirman kepada Nabi S.A.W.dalam Surat An-Nisa Ayat:64 dan Surat At-Taubah ayat:103:"Dan kami tidak mengutus seseorang Rasul,melainkan untuk di ta'ati dengan seizin Allah.Sesungguhnya jikalau mereka ketika mendzalimi dirinya datang kepadamu,lalu memohon ampun kepada Allah,dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka,tentulah mereka mendapati Allah Maha penerima taubat lagi Maha penyayang"Dan mendo'alah untuk mereka.
Sesungguhnya do'a kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka.Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui".


Dahulu kaum Muslimin bersandar kepada Nabi S.A.W.pada setiap kali datang musibah kepada mereka,dan Allah melepaskan mereka dari kesulitan dengan berkah Nabi S.A.W.
Sekiranya itu dipandang Musrik,pasti Nabi S.A.W,tidak akan membenarkannya bahkan mungkin mencegahnya.


Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Nabi S.A.W mengecam orang-orang yang mau bersujud kepada beliau,ketika orang-orang itu berkata:Aku melihat orang-orang asing bersujud kepada Raja mereka,padahal baginda Rasul lebih berhak untuk mendapatkan sujud itu ketimbang raja mereka.

Nabi S.AW. bersabda:"Sujud hanya diperuntukkan Allah saja"
Perhatikalah,apakah kaum muslimin yang berziarah kepada Nabi S.A.W,atau kepada Wali bersujud pada beliau...??
Adakah diantara mereka yang berkeyakinan bahwa Nabi atau wali itu adalah Tuhan selain Allah atau Anak Allah.....???
Tidak....!!! Alangkah jauhnya perbedaan antara Tawassul dan ibadah.


Diantara hal yang menunjukan bahwa Tawassul kepada Nabi S.A.W adalah tradisi para Nabi,para wali,dan orang-orang saleh terdahulu diriwayatkan dalam hadist yang dikeluarkan dan disahihkan oleh Al-Hakim,Rasullah bersabda:
"Ketika adam berbuat dosa,ia berdo'a:Tuhanku,aku bermohon kepada-Mu dengan Hak Muhammad S.A.W ampunilah aku.
Allah berfirman:Hai Adam,bagaimana engkau tahu Muhammad.....???ia menjawab:Tuhanku,ketika Engkau ciptakan aku dengan tangan-Mu,ketika Engkau tiupkan kepadaku dari Ruh-Mu,Aku mengangkat kepala ku dan aku lihat pada tonggak-tonggak 'Arasi tertulis La ilaha ilallah,Muhammad Rasullah.
Maka tahulah aku bahwa Engkau tidak mendampingkan pada nama-Mu kecuali mahluk yang paling Engkau Cintai.
Tuhan berfirman:Kau benar,hai Adam,Sesungguhnya dia adalah Mahluk yang paling kucintai.
Karena engkau sudah memohon kepada-ku demi hak dia,Maka aku ampuni kamu.Sekiranya tidak ada Muhammad,tak akan Aku ciptakan kamu."

Karena itu sebagian mufassir menjelaskan Surat Al-Baqarah ayat:34:Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya,maka Allah menerima Taubatnya.Sesungguhnya Allah Maha penerima taubat lagi Maha penyayang,,dengan mengatakan bahwa kalimat-kalimat itu adalah do'a Tawassul Nabi Adam A.S.


Dikala tanah Makkah dilanda kekeringan,Warqah bin Naufal,paman Khatijah binti Khuwalid,bersama-sama orang sekitarnya datang menemui Abu thalib dan ia baru saja keluar Rumahnya dengan pakaian kuning.
Mereka berkata:Wahai Abu thalib,lembah sudah kekeringan Mahluk-Mahluk Allah sudah kehausan.Bangunlah dan Mohonkanlah hujan bagi kami.Abu thalib berkata:Tunggulah sampai Matahari tergelincir dan angin mereda.Ketika Matahari mulai tergelincir,Abu thalib keluar dengan membawa seorang anak muda yang wajahnya cemerlang seperti mentari di waktu Dhuha.Waktu itu langit seperti kaca,tidak ada awan.Dengan memegang anak muda itu,Abu thalib mengangkat tangannya dan berdo'a memohonkan turunnya hujan.

Setelah berdo'a datanglah awan dari berbagai penjuru bergulung-gulung,berkumpul,terdengar Halilintar dan turun hujan dengan derasnya.

Pada saat itu Abu thalib memuji anak muda yang bernama "MUHAMMAD"itu dengan menyampaikan puisinya yang terkenal:

Awan diharapkan mengalirkan hujannya.
Melalui wajahnya yang putih.
Pelindung anak yatim,pelindung janda.
Kepadanya berlindung keluarga hasyim yang malang.
Di sisinya mereka dalam kenikmatan dan kemuliaan.



Peristiwa yang terkenal sebagai Istisqa'Abu thalib ini menandai tonggak pertama dalam sejarah Tawassul kepasa Rasullah S.A.W.kira-kira 30tahun sesudah itu,seperti diriwayatkan oleh Anas bin Malk,seorang arab badui tergopoh-gopoh menemui Nabi s.a.w di Madinah,ia berkata:Ya Rasullah,kami datang menemuimu karena anak Unta tidak bisa melangkah dan bayi tidak bisa lagi menyusu.Lalu ia membacakan syair:

Kami temui dan dada perawan telah menampakkan darahnya,
Dan ibu baru tidak lagi menghiraukan bayinya,
Dengan tangan menadah,
Pemuda datang merendah,Tubuhnya lunglai dan lapar,
Mulutnya bisu dan pedar.

Pada kami tidak tersisa lagi makanan yang dulu.
Selain biji hanzal dan butiran kasar bercampur bulu.

Bagi kami,selainmu.
Tidak ada lagi tempat pelarian.
Kemana lagi manusia lari.
Kecuali kepada para Utusan.


Lalu Rasullah berdiri,Beliau mengenakan serbannya dan naik ke mimbar.Beliau menadahkan tangannya ke langit dan berdo'a:Ya Allah turunkan kepada kami hujan deras melimpah ruah,dengan segera,tidak tertunda,berguna tidak berbahaya,sehingga payudara dipenuhi susu,tanaman tumbuh subur,dan bumi hidup lagi setelah kematiannya.
Demi Allah,kata Anas bin Malik,belum kembali tangan Rasullah langit sudah mencurahkan air hujannya,penduduk lembah berteriak:Ya Rasullah,Banjir,banjir..,!
Kemudian Rasullah berdo'a:Ya Allah berkatilah kami,jangan siksa kami.
Tiba-tiba awan berpencar melingkari Madinah seperti Mahkota.
Rasullah tertawa sehingga tampak gusinya.Beliau teringat pada peristiwa ketika sebelum islam,Makkah dilanda kekeringan.Beliau bersabda:Kukenang lagi ya Allah,Abu thalib.sekiranya ia masih hidup,pastilah bahagia hatinya,Siapakah yang mau membacakan puisinya bagiku.


Baca juga:
11 Minute froming a perrsonality stable