Metode cara tafakur tentang binatang

Tentang Binatang......!

Sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah yang lain,ialah terciptanya segala jenis binatang,ada yang terbang,melata,berjalan dengan dua kaki,dengan empat kaki,sepuluh.seratus,dan sebagainya.


Perhatikan burung yang terbang di angkasa,binatang liar di hutan belantara,hewan jinak di kampung desa.Di situ kita akan menemukan permasalahannya yang serba ajaib,yang akan membawa kita lebih yakin akan kebesaran Allah.

Dan tidak mungkin semuanya tidak mengetahui,kutu-kutu,semut,lebah,dan laba-laba,yang nampak kecil itu,bagaimana metode membuat rumahnya,menghimpun berbagai makanannya,buhungan kelamin,cara menyimpan apa saja yang diperlukan,kepandaiannya dalam mengatur bangunan rumah,kepandaiannya dalam mencari bahan-bahan yang diperlukannya,dan selain itu tidak mampulah kita akan merinci satu persatu,namun sebagian kecil coba kita jabarkan.


Seekor laba-laba misalnya,yang membangun rumah ditepi sungai,petama kali dia mencari dua benda yang berdekatan,sehingga dapat membentangkan seratnya diantara kedua benda tersebut.
Setelah itu dia mulai mengeluarkan air liur,yang benangnya sudah menjadi benang untuk dilekatkan pada benda yang satu,kemudian dia berjalan ke arah benda lain yang berdekatan tadi,lalu terbentanglah benang pertama,dan demikian seterusnya secara teratur.Seimbang dan sesuai dengan dasar arsitektur,benang-benangnya dibentangkan dengan berjajar dan berbentuk anyaman dengan begitu rapi seolah-olah ditenun sehingga rapi seperti kain atau jala.

Maka jadilah sebuah rumah yang sekaligus merupakan jaringan untuk menangkap lalat dan serangga kecil lainnya.Dia sendiri mengintai mangsa dari sudut,lalu menangkapnya,kalau cara itu tidak berhasil,dia mencari jalan lain,misalnya mendirikan rumah di sudut dinding dengan membentangkan benangnya dari ujung dinding yang satu ke dinding yang lain,Lalu bertenggerlah dia di ujung benang dengan kepala tersungkur kebawah,menunggu mangsa yang akan di sergap kalau terjaring rumahnya itu.


Pokoknya setiap binatang kecil ataupun besar pasti mempunyai keajaiban yang banyak sekali.Apakah itu semua hanya dipelajari sendiri...???Atau memang sudah pandai tanpa belajar?Atau manusia yang mengajarnya?Bahkan atau memang tanpa pengajar dan pembimbing sama sekali...?

Akal yang sehat,tidak akan ragu untuk mengatakan bahwa laba-laba itu adalah mahluk yang tidak berdaya.Bukankah memang demikian....??
Bahkan gajah yang sebesar dan sekuat itu kadang-kadang masih merasa lemah untuk membawa dirinya sendiri.Apa lagi laba-laba yang kecil itu.


Dengan adanya aktifitas,keahlian,keganjilan,yang seperti itu,tentulah merupakan tanda,bahwa semua itu ada penciptanya.
Apalagi kalau difikirkan bentuk keajaiban-keajaiban binatang yang lain.Maka banyaklah yang akan dikemukakan.sebab alangkah banyaknya jenis binatang itu.
Baik ditinjau dari bentuk,sifat,dan lain sebagainya.


Tetapi karena menyaksikan yang begitu itu sudah biasa,maka tidak terasalah adanya keganjilan darinya.


Andaikan kita melihat jenis binatang dari jenis yang baru dikenal,Tentunya akan terkejut dan kagum dan berkata SubhanAllah.


Padahal manusia sendiri adalah mahluk yang paling Aneh/ajaib.hanya saja kelebihannya itu tidak menimbulkan keheranan dirinya sendiri.Bahkan manusia bila melihat binatang ternak yang sudah sering dilihatnya,kemudian diperhatikan bentuk,rupa serta berbagai fungsinya,baik dilihat dari kulit,bulu yang sudah ditakdirkan oleh Allah menjadi bahan pakaian atau benda.kalau semua itu kita fikirkan,maka tidak akan habislah kekaguman yang kita temukan dari hikmah penciptaan dan pembentukannya.


Sesungguhnya tidaklah tercipta segala binatang dan berbagai kemanfaatannya yang kita singkap tersebut melainkan dibawah ilmu-Nya.


Maha suci Allah yang segala sesuatu itu tersingkap atas ilmu-Nya tanpa tafakkur,memperhatikan,tadabbur.dan meminta pertolongan pada mahluk.Dialah yang maha tahu,maha pandai,maha bijaksana,dan maha kuasa.


Dengan memikirkan ciptaan Allah yang sedikit saja,bagi orang yang bijaksana akan menambah pengetahuan dan mengakui kemahaesaan,keperkasaan,dan kudrah Tuhan-Nya serta mengakui kelemahannya untuk mengetahui keagungan dan kebesaran-Nya.



Sesungguhnya puncak Ma'rifah kita adalah Mengaku lemah untuk mengetahui-Nya.
Marilah memohon kepada Allah,agar berkenan memuliakan kita dengan hidayah,kenikmatan dan kasih sayang-Nya.