Sejarah kacamata

Berbagai inovasi telah di lakukan untuk benda yang satu ini.Mulai dari kaca mata yang digunakan untuk membantu penglihatan hingga sekedar gaya.
Tapi pernahkah anda berfikir,bagaimana seandainya tidak ada kacamata........???
Haruskah orang yang mempunyai kekurangan dalam penglihatan mengerutkan dahinya hanya untuk sekedar membaca...?


#SEBELUM ADA KACA MATA
Nero,salah satu kaisar Roma merupakan kaisar yang paling nyeleneh.ia mendadani kudanya dengan pakaian manusia,suka berjalan-jalan keliling kota sambil bernyanyi dan menari di malam hari.ia menonton setiap pertunjukan dengan sebuah batu permata cekung dan berwarna di depan matanya.


Para ahli sejarah memperkirakan kaisar Nero memang bermata minus.dengan melihat melalui sebuah permata.
Tidak hanya membuat kelihatan lebih menarik,tapi juga membantu kaisar yang kecil dan lucu itu untuk melihat dengan baik.


Orang-orang cina mungkin orang pertama di dunia yang mengenakan kaca mata seperti yang di kenakan sekarang ini.
Biasanya kaca mata itu terdiri dari dua lensa sangat besar berbentuk oval yang terbuat dari kristal batu.
Bingkainya terbuat dari tempurung kura-kura.
Untuk memegang kacanya agar bisa bertengger di hidung digunakan 2 kawat yang diberi pemberat yang di cantelkan ditelinga.


Awalnya kaca mata ini dipakai dipercayai karena membawa keberuntungan,kelihatan menarik,dan kelihatan seperti orang penting,bahkan kadang mereka pakai bingkai kosong tanpa kristalnya.


Sangat menarik bila dilihat dari sejarah bagaimana sebelum ditemukannya kaca mata.


Karena ternyata kacamata ditemukan oleh ilmuwan muslim.
Seperti yang di ungkapkan oleh Lutfiah Gari,ia adalah seorang peneliti sejarah dan sains teknologi islam Saudi Arabia.


Melalui tulisannya yang bertajuk "The Invention of spectacles between the East and the west".


Menurutnya sebelum peradapan manusia mengenal kaca mata,para ilmuwan dari berbagai peradapan telah menemukan lensa,seperti ilmuwan kenamaan Ibnu al-Haitam.


Seperti yang kita ketahui kehadiran kaca mata tentu tidak lepas dari keberadaan lensa itu sendiri.
Meskipun saat itu para ilmuwan menemukan lensa bukan sebagai untuk Magnification(perbesaran),tapi untuk pembakaran.
Caranya dengan memusatkan cahaya matahari pada fokus lensa/titik api lensa.
Oleh karena itu mereka menyebut dengan nama umum"pembakaran kaca/burning'.


#PENEMUAN KACA MATA
Menurut Lutfiah,FiSikawan Muslim legendaris,Ibnu al-Haitham(965 M-1039M),dalam karyanya bertajuk Kitab al-Manazir(Tentang optik)telah mempelajari masalah perbesaran benda dan pembiasan cahaya.


Ibnu al-Haitham mempelajari pembiasan cahaya melewati sebuah permukaan tanpa warna seperti kaca,Udara dan Air.


"Bentuk-bentuk benda yang terlihat tampak menyimpang ketika terus melihat benda tanpa warna"
Ini merupakan bentuk permukaan seharusnya benda tanpa warna,"tutur al-Haitham seperti dikutip Lutfiah.


Inilah salah satu fakta yang menunjukkan betapa ilmuwan Muslim Arab pada abad ke:11 itu telah mengenali kekayaan perbesaran gambar melalui permukaan tanpa warna.

Namun,al-Haitham belum mengetahui aplikasi yang penting dalam fenomena ini.

Buah pikir yang dicetuskan Ibnu al-Haitham itu merupakan hal yang paling pertama dalam bidang lensa.

Paling tidak,peradapan islam telah mengenal dan menemukan lensa lebih awal tiga ratus tahun dibandingkan Masyarakat Eropa.


Menurut Lutfiah,penemuan kaca mata dalam peradapan islam terungkap dalam puisi-puisi karya ibnu al-Hamdis(1055 M-1133M).
Dia menulis sebuah Syair yang menggambarkan tentang kaca mata.


Syair itu ditulis sekitar 200tahun,sebelum masyarakat barat menemukan kaca mata.


Ibnu al-hamdis menggambarkan kaca mata lewat syairnya antara lain sebagai berikut:

Benda bening menunjukan tulisan dalam sebuah buku untuk mata,benda bening seperti air,tapi benda itu merupakan batu.

Benda itu meninggalkan bekas kebasahan di pipi,basah seperti sebuah gambar sungai yang terbentuk dari keringatnya.

Ini seperti seorang yang manusia yang pintar,yang menerjemahkan sebuah sandi-sandi kamera yang sulit diterjemahkan.

Ini juga sebuah pengobatan yang baik bagi orang tua yang lemah penglihatannya.
Dan orang tua menulis kecil dalam mata mereka.


Syair al-hamis itu telah mematahkan klaim peradapan Barat sebagai penemu kacamata pertama.
Pada puisi ketiga ,penyair muslim legendaris itu mengatakan.
"Benda itu tembus cahaya(kaca)untuk mata dan menunjukan tulisan dalam buku,tapi ini batang tubuhnya terbuat dari batu(rock)."

Selanjutnya dalam dua puisi,al-hamids menyebutkan bahwa kaca mata merupakan alat pengobatan yang yang terbaik bagi orang tua yang menderita cacat/memiliki penglihatan yang lemah.
Dengan menggunakan kacamata,papar al-hamids,seseorang akan melihat garis pembesar.


Dalam puisi ke empatnya,al hamids mencoba menjelaskan dan menggambarkan kaca mata sebagai berikut:
"Ini akan meninggalkan tanda di pipi,seperti sebuah sungai"
Menurut peneliti Lutfiah,penggunaan kaca mata mulai meluas di dunia Islam pada Abad ke-13 M.

Fakta itu terungkap dalam lukisan,buku sejarah,kali grafi,dan syair.

Dalam salah satu syairnya,Ahmad al-Attar al-Masri telah menyebutkan kaca mata.
"Usia tua datang setelah muda,saya pernah mempunyai penglihatan yang kuat,dan sekarang mata saya terbuat dari kaca"


Sementara itu sejarawan al-Sakhawi mengungkapkan,tentang seorang kaligrafer Sharaf ibnu Amir al-Mardini (wafat tahun 1447M)
Dia meninggal pada usia melewati 100 tahun.dia pernah memiliki pikiran sehat dan dia melanjutkan menulis tanpa cermin/kaca.
Sebuah cermin disini rupanya sepertu lensa."papar al-sakhawi.


Fakta lainnya yang mampu membuktikan bahwa peradapan Islam telah lebih dulu menemukan kacamata adalah pencapaian dokter muslim dalam ophtalmologi,ilmu tentang mata.

Dalam karyanya tentang ophtalmologi julius Hirschberg,menyebutkan,Dokter spesialis mata muslim tidak menyebutkan kacamata.
Namun itu tidak berarti bahwa peradapan islam tidak mengenal kacamata"



Baca juga:
11 minute froming a personality stable