Khubaib Bin 'Adi: Pahlawan Di Tiang Salib


Kebencian masyarakat Arab sudah sampai puncaknya. Berbagai tindak kekerasan sudah mereka lakukan. Pangkal kebencian mereka karena mereka tidak setuju akan ajaran-ajaran Islam yang dibawa Nabi. Ajaran itu mereka anggap bertolak belakang dengan tata cara ajaran nenek moyang mereka.

Mereka menyembah berhala, sedangkan Nabi mengajak mereka menyembah hanya kepada Allah SWT. Mereka membunuh bayi-bayi perempuan, sedangkan Nabi menyuruh merawat dan menjaga dengan baik.Menurut Islam setiap bayi yang lahir dalam keadaan suci, laki-laki ataupun perempuan. Tidak ada seorang bayi pun yang lahir membawa dosa. Karena itu, anak-anak sangat disayangi Nabi.

Mereka memperlakukan wanita sebagai mainan belaka, Bila senang dinikmatinya secara bebas dan buas. Bila bosan mereka buang atau mereka jual seperti binatang. Sebaliknya Nabi justru menghargai kaum wanita. Wanitalah yang menanggung berat ketika mengandung anaknya. Karena itu, jika ingin kebaikan dari Allah maupun Nabinya, harus berbuat baik kepada ibunya. Surga itu ada di bawah telapak kaki ibu.

Mereka hidup dalam kotak-kotak , ada golongan bangsawan, saudagar, dan budak Belian. Golongan budak sama sekali tidak ada harganya di mata mereka. Budak yang masih muda dan kuat tenaganya, harganya lebih mahal daripada budak yang sudah tua. Sering mereka diperjual belikan di pasar, seperti memperjual belikan hewan peliharaan.

Nabi datang justru menghapus perbudakan. Semua manusia sama derajatnya di mata Allah kecuali ketaqwaannya yang melebihi dia dari yang lain. Semakin tebal taqwa kepada Allah semakin tinggi derajatnya di mata Allah sekalipun ia orang miskin atau tak berpangkat.

Masih banyak lagi perbedaan yang tajam antara tata cara masyarakat Arab dengan tata cara Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Nabi datang membawa perubahan yang menyeluruh ,orang-orang Arab membencinya. Mereka ketakutan kalau kedudukan mereka hilang, oleh karena itu ,mereka berusaha keras untuk melenyapkan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad. Para sahabat Nabi dikejar-kejar mereka dan disiksa dengan keji. Nabi bersama sahabat terpaksa hijrah meninggalkan Makkah.

Khubaib bin 'adi adalah sahabat Nabi yang terpercaya. Ia baru masuk Islam setelah Nabi hijrah ke Madinah . Ia dari golongan Anshar ,yaitu penduduk Madinah yang menolong Nabi dan para sahabat selama hijrah ke negeri itu. Meskipun ia baru masuk Islam, tetapi darah Islamnya sudah mengalir ke sel-sel tubuhnya. Ia sering berkunjung ke rumah Nabi, duduk bersama Nabi, dan mendengarkan nasehat-nasehat nya. Ikut makan bersama, shalat bersama dan selalu ikut mengiringi Nabi dalam setiap perjalanan. Ia adalah orang terpercaya Nabi dan juga sahabat Nabi. Semua orang tahu, ia adalah orang yang baik, tekun ibadahnya , baik budi pekerti yang serta luas pandangannya.

PENYELIDIK MUSUH
Sewaktu perang badar meletus, Khubaib bersama 300 prajurit Islam lainnya menghadapi 3.000 tentara kafir Quraisy . Pertempuran berlangsung sengit . Prajurit-prajurit Allah yang kecil jumlahnya dan sangat sederhana persenjataanya itu berhasil menghantam pasukan musuh yang kuat perkasa.

Pasukan musuh lari tunggang langgang paanglima perang musuh banyak yang mati. Sisanya yang masih hidup lari menyelamatkan diri masing-masing .

Harits bin Amir bin Naufal ialah salah satu panglima perang kafir Quraisy yang mati ditebas pedang oleh Khubaib . Mereka ketakutan bercampur marah ,tetapi tidak dapat berbuat apa-apa . Mereka menyimpan dendam dan mencari kesempatan untuk menuntut balas.emgetahui gelagat musuh tidak baik ini, Nabi segera membentuk sebuah tim penyelidik, yang terdiri dari sepuluh orang termasuk Khubaib .

Tugas pasukan penyelidik adalah menyelidiki keadaan musuh yang telah kalah perang, terutama mengenai rencana berikutnya. Pasukan penyelidik ini dipimpin oleh Ashim bin Tsabit.

Ketika pasukan penyelidik sedang menjalankan tugasnya seseorang dari Bani Haiyan mengetahuinya. Ia segera memberitahukan kepada kepala sukunya dan mengerahkan jago panahnya untuk melakukan pengejaran.

Pada mulanya , tim penyelidik berhasil lolos dari kejaran suku Baiyan. Namun, musuh mengetahui jejak tim penyelidik tersebut. Mereka segera mengepung dan mengancam agar segera menyerah. Kepala tim menolak, pantang baginya menyerah. Perang panah pun terjadi . Tujuh orang anggota penyelidik gugur sebagai syahada, termasuk Ashim kepala tim penyelidik. Kini tinggal 3 orang anggota tim penyelidik yang selamat.

Pasukan suku Haiyan makin gencar menyerang. Mereka meminta agar 3 pasukan Islam itu menyerah. Akan tetapi, ketika mereka menyerah, pasukan suku Haiyan mengingkari janji. Salah satu dari tim penyelidik itu dibunuh.

Khubaib dan Zaid bin Datsinnah yang masih hidup segera memberontak. tetapi karena musuh terlalu banyak, kedua sahabat Nabi itu tidak dapat berkutik sama sekali. Keduanya dirantai sebagai tawanan.

DILELANG KEPADA MUSUH
Berita tentang dua sahabat Nabi yang ditahan itu segera menyebar ke Makkah. Orang-orang kafir Quraisy bersuka ria. Dendam kusumat mereka atas kekalahan atas perang Badar, semakin menyala-nyala. Apa lagi yang mereka ketahui diantara dua sahabat Nabi yang ditahan itu adalah Khubaib yang telah membunuh pimpinan mereka, Harits bin Amir.

Para pemanah suku Haiyan mengetahui kedua orang yang ditahan itu adalah orang yang dicari-cari kaum kafir Quraisy . Segera melelang mahal, tetapi tetap juga laku. Ia dibeli oleh keluarga Harits yang telah mati dalam perang Badar.

Kaum kafir Quraisy segera merencanakan penyiksaan yang paling berat terhadap kedua orang sahabat Nabi itu. Penyiksaan pertama dilakukan atas Zaid dengan disaksikan oleh Khubaib.

Kepada Zaid, mereka meminta agar melepas keyakinannya terhadap Islam. Bila ia mau menurut, mereka berjanji akan membebaskan dari siksaan.
"Demi Allah! Saya tidak Sudi diri saya dan keluarga saya bebas dari ancaman kalian, sedangkan Rasulullah terancam meskipun dengan sepotong duri" kata Zaid menolak dengan tegas.

Berkali-kali kaum kafir Quraisy mengancamnya, namun, berkali-kali pula Zaid menolaknya. Dengan demikian tidak ada pilihan lain lagi kafir Quraisy , selain melaksanakan penyiksaan mereka. Dengan disaksikan oleh Khubaib kafir Quraisy beramai-ramai menusuk dubur Zaid hingga tembus ke rongga dada nya. Zaid tewas. Ia syahid dengan imbalan masuk surga.

DISALIP SECARA SADIS
Kini giliran Khubaib . Penyiksaan sengaja diulur-ulur waktunya Agar Khubaib mau melepaskan agamanya. Khubaib dimasukkan ke dalam kerangka besi tanpa diberi makan dan minum. Kedua tangan dan kakinya dirantai kuat.

Suatu keajaiban terjadi. Sewaktu Khubaib dalam kerangkeng besi ,orang melihat ia sedang memakan buah anggur yang ranum dan wangi baunya. Mereka kaget dan bertanya: Dari mana Khubaib mendapatkan buah anggur yang ranum dan semerbak baunya. Padahal di Makkah tidak ada anggur sebagus itu?

Ketika penyiksaan semakin gencar, Khubaib dibawa ke tanah lapang. Orang-orang berkumpul untuk menyaksikan penyiksaan yang paling sadis. Mereka meminta Khubaib melepas keyakinan ajaran Islamnya . Jika ia mau, ia akan dibebaskan dan keluarganya akan aman. Sebaliknya, bila ia tetap membandel , ia akan disiksa jauh lebih sadis dari yang dialami Zaid.

Khubaib , pahlawan Islam itu dengan tegas menolak. Ia akan tetap memegang ajaran yang dibawa Nabi. Bahkan akan membela sampai titik darah penghabisan. Kematian dalam membela Islam, bagi seorang muslim adalah yang didambakannya.

Khubaib hanya minta kepada mereka satu syarat sebelum eksekusi dimulai, ia diberi waktu untuk shalat . Mereka mengabulkannya.
Khubaib lalu melaksanakan shalat dua rakaat dengan khusuk. Di dalam shalat itu ia mengadukan nasibnya kepada Allah dan menyerahkan dirinya kepada Allah semata . Ia memohon agar diberikan ketabahan dalam menghadapi penyiksaan.

Selesai shalat dua rakaat, Khubaib berkata kepada mereka , "Seandainya aku tidak berfikir bahwa shalatku ini semata-mata karena aku takut mati , niscaya aku akan lebih lama lagi shalat".

Kaum kafir Quraisy memang sudah tidak sabar lagi . Mereka segera merenggut tubuh Khubaib dan secara kasat dibaringkan di atas kayu salib besar yang telah disiapkan . Kedua kaki Khubaib diikat kuat-kuat pada bagian bawah kayu salip. Kemudian kedua tangannya direntangkan pada kayu salip. Kepalanya juga demikian . Setelah itu, kayu salib itu didirikan.

Beberapa jago panah kafir Quraisy segera memanah tubuh Khubaib yang telah terkulai. Panah-panah itu telah menancap ke sekujur tubuhnya . Kemudian , dengan pedang dan tombak mereka menyerang tubuh Khubaib yang sudah tidak berdaya lagi sehingga tubuh itu hancur berkeping-keping . Sungguh sadis perbuatan kafir Quraisy itu!

Tidak lama kemudian , sekarang burung berputar-putar di atas tubuh Khubaib yang berlumuran darah, seolah-olah mereka tahu di balik tubuh yang hancur luluh itu terdapat jiwa yang suci bersih bagai embun pagi. Tak pantaslah bila paruh yang kotor itu mencukupi tubuh sahabat Nabi yang mulia. Sungguh ajaib...!!

DICATAT DENGAN TINTA EMAS
Di Madinah, Nabi merasa cemas karena pasukan penyelidik yang ditugaskan itu belum juga kembali. Beliau segera menugaskan dua orang sahabatnya. Miqdad bin Amr dan Zubair bin Awwam untuk mencarinya.

Dengan mengendarai kuda , keduanya melaju untuk melaksanakan perintah Nabi. Dengan bimbingan Allah , kedua utusan itu sampai di tempat eksekusi Khubaib .

Jiwa kedua sahabat Nabi itu terguncang menyaksikan Khubai di atas tiang salib. Keduanya menangis sedih, tapi juga banggaendapati seorang sahabat yang tabah. Miqdad dan Zubair melepaskan tali-tali yang mengikat tubuh Khubaib kemudian menurunkannya ke bawah sekaligus menguburkan jenazahnya.
Kini namanya menjadi catatan sejarah. Ditulis dengan tinta emas ; Khubaib bin 'Adi , gugur di tiang salib karena membela Islam!

No comments