Para Panglima Allah: Hamzah Bin Abdul Muthalib


Hamzah Bin Abdul Muttalib adalah paman Nabi yang sejak kecil sama-sama bermain. Setelah menjadi pemuda dewasa ia memisahkan diri dari Muhammad.

Hamzah bergaul dengan pemuda-pemuda lain. Ia berburu , bermain pedang, berkuda dan dekat dengan pemuka Quraisy. Berbeda sekali dengan Muhammad yang menyendiri dan merenungi nasib masyarakat yang semrawut cara hidupnya.

Muhammad lalu menerima wahyu Allah ketika usianya 40 tahun. Beliau diangkat menjadi Nabi, utusan Allah. Sedangkan Hamzah masih tetap seperti umumnya orang-orang Arab. Hidup menurut kemauannya sendiri dan saling mengadu kekuatan. Siapa yang kuat itulah yang menang. Sebaliknya, yang lemah akan tertindas. Meski begitu, Hamzah masih tetap simpati kepada Nabi. Ia tetap mengenal saudara sepermainannya itu sebagai orang yang selalu jujur. penuh kasih sayang dan tidak sombong.

Nabi belum banyak pengikutnya. Pengikut-pengikutnya yang ada masih bisa dihitung dengan jari. Cara menyebarkan Islam pun masih sembunyi-sembunyi. Namun, kebenaran mesti ditampilkan. Banyak orang mulai membicarakannya , mempergunjungkannya, danemghinannya. Nabi dituduh orang gila, ajaran yang dibawanya dianggap berbahaya. Harus diberantas. Itulah pikiran yang ada dalam benak orang-orang Arab.

Kebetulan suatu waktu Nabi sedang berada di Ka'bah . Abu Jahal dan kawan-kawannya mengetahuinya . Mereka mengolok-olok Nabi secara kasar dan kejam.

Seorang pelayan wanita Abdullah bin Jud'an memberitahukan hal ini kepada Hamzah. Hamzah marah mendengar saudara sepermainannya dihina oleh Abu Jahal di depan umum. Tanpa pikir panjang ia langsung memberi pelajaran kepada Abu Jahal.

Abu Jahal kesakitan, Hamzah lalu mendekatinya dan berkata keras, "Hai, mengapa kau sakiti Muhammad? ketahuilah bahwa aku telah mengikuti agamanya." "Cobalah kau ulang cacianmu itu sekali lagi, kau benar-benar kuanggap berani."

Abu Jahal tambah kaget. Orang-orang yang mendengar ucapan Hamzah juga kaget. Mereka bertanya dalam hatinya masing-masing , sejak kapan Hamzah masuk Islam? apa alasannya? Mengapa itu terjadi? Berbagai pertanyaan lainpun bermunculan. Akan tetapi, Hamzah tak peduli, Ia terus pulang, merenungkan ucapannya yang terlontar kepada Abu Jahal .

Secara jujur Hamzah mengakui hati kecilnya tertarik kepada Islam . Akan tetapi , ia sendiri belum pernah menyatakan kepada siapapun, juga kepada Nabi sendiri. Ia merasa berat masuk Islam, Ia tidak ingin orang-orang Quraisy kehilangannya hanya karena ia masuk Islam. Ia merasa terhormat bila tetap menganut agama nenek moyangnya dan menjauhi Islam.

Pikirannya kini menjadi kacau, Islam atau tidak? Untuk menghilangkan kekalutannya itu, Ia sengaja berkali-kali datang ke Ka'bah. Akhirnya Ia mendapat kepastian. Ia harus masuk Islam dan menyatakan niatnya itu kepada Nabi serta orang-orang lain.

Setelah Hamzah masuk Islam. Nabi mendoakannya agar Hamzah diberi kekuatan jiwa dalam menghadapi segala cobaan. Doa Nabi dikabulkan Allah. Kelak Hamzah menjadi salah seorang sahabat Nabi yang tangguh dan menjadi benteng Islam.

Dengan masuknya Hamzah kedalam Islam, barisan Nabi bertambah kuat. Apalagi beberapa waktu berikutnya , singa Padang pasir , Umar Ibnu Khatab pun menyusul pula.


Memata-matai Musuh
Serangan kafir Quraisy semakin sering. Mulai dari kata-kata kasar dan keji, melemparinya dengan kotoran , dan batu-batu sampai usaha untuk membunuh Nabi.

Nabi lalu hijrah ke Madinah bersama para sahabatnya. Di Madinah , penduduk menerima Nabi dan sahabatnya dengan ramah sebagai kaum Muhajirin. Bahkan mereka menolong segala keperluan Nabi dan rombongannya . Karena itulah, orang Madinah disebut kaum Anshar , kaum penolong.

Nabi dan kaum Muhajirin menjadi betah tinggal di Madinah meskipun kerinduan terhadap kampung halaman semakin terasa.

Nabi memerintahkan Hamzah untuk meninjau keadaan Makah secara sembunyi-sembunyi . Hamzah tidak sendirian , Ia diperlengkapi dengan 30 kaum Muhajirin lainnya.

Selain melihat-lihat keadaan Makah , Hamzah juga ditugasi untuk mengamati sikap orang-orang Makah terhadap kaum muslimin. Tugas ini dilakukan sebagai persiapan untuk mengetahui rencana Makah menyerang Madinah .

Dalam perjalanan tugasnya itu. Nabi memperingatkan Hamzah dan kaum Muhajirin lainnya, agar menghindari pertempuran dengan penduduk setempat.

Hamzah pun mematuhinya. Akan tetapi, kaum kafir Quraisy tampaknya sengaja memancing Hamzah sehingga hampir saja terjadi perkelahian. Namun, Hamzah masih berusaha mengendalikan emosinya dan pertempuran pun dapat dielakkan.


Singa Allah Siap Menerkam
Di Makkah ,kaum kafir Quraisy sedang menghimoun pasukan besar untuk menyerang kaum muslimin di Madinah . Mereka dibantu oleh kabilah-kabilah sekitar Makah. Jumlah mereka mencapai sekitar 3.000 orang , yang diperlengkapi dengan berbagai senjata.

Rencana mereka akhirnya diketahui oleh Nabi. Beliau segera menghimpun kaum muslimin untuk menghadapi pasukan besar itu . Kaum muslimin hanya 300 orang dengan senjata ala kadarnya.

Pertempuran berlangsung dari Badar, Karena itu, perang tersebut terkenal dengan perang Badar. Perang Badar ini diawali oleh perkelahian satu lawan satu. Dari pihak Islam tampil pahlawan-pahlawan berani mati, seperti Hamzah , Ali, dan sebagainya. Pahlawan-pahlawan itulah yang kemudian mewarnai semangat juang dan kemenangan kaum muslimin. Banyak jago-jago kaum kafir Quraisy jatuh tersungkur tidak berdaya . Diantaranya adalah Abu Jahal , Utbah bin Rabi'ah , Syaibah bin Rabi'ah, Umayya bin Khalaf , Uqba bin Abi Muith , dan sebagainya.

Perang itu merupakan perang yang sangat menentukan . Sebab , bila pasukan Nabi kalah , maka Islam akan sirna, Naudzubillahi mindzalik.

Untunglah Allah menurunkan kemenangan di pihak Islam . Hamzah bin Abdul Muttalib tampil secara cemerlang . Banyak musuh yang berhasil Ia robohkan. Karena itu , tidaklah heran kalau Nabi menyebutnya sebagai Singa Allah ,yang menerkam musuh-musuh Allah. Tentara kafir Quraisy pulang membawa kekalahan yang menyedihkan.


Diincar Musuh
Kekalahan kafir Quraisy diperang Badar sangat memukul jiwa mereka. Dendam kusumat mereka semakin membara untuk menuntut balas akan kekalahan mereka.

Kini mereka menyiapkan pasukan-pasukan yang lebih lengkap. Segenap Kabilah musyrikin dihimpun menjadi satu. Pria, wanita , pemuda , orang tua dan anak-anak bahkan budak belia dikerahkan secara besar-besaran .

Sasaran utama mereka adalah Nabi , Hamzah kemudian sahabat-sahabat lainnya.
Hindun binti Utbah, istri Abu Sofyan  tokoh wanita kafir Quraisy yang sangat dendam kepada kaum muslimin, khusunya Hamzah ,Sebab dalam Badar tahun lalu, ia kehilangan suaminya, bapaknya, saudaranya serta anaknya.

Hindun menjanjikan kepada Wahsi, jika ia berhasil membunuh Hamzah , ia akan dibebaskan dari budak . Wahsi memang budak Habsyi  yang jago bermain lembing. Ia juga dijanjikan emas dan berlian bila tugasnya berhasil dengan baik. Bukan Hindun saja yang berbuat demikian , Jubir bin Muth' am juga menjanjikan hadiah yang besar kepada Wahsi bila ia berhasil membunuh Hamzah.

Wahsi sangat gembira menerima janji-janji itu. Berhari-hari ia berlatih lembing dengan tekun. Dengan harapan ia berhasil membunuh Nabi , Hamzah dan kaum muslimin lainnya.

Saat pertempuran tiba, pasukan musuh mengerahkan 3000 prajurit, sebagian memakai baju besi . Pasukan itu diperlengkapi dengan 200 pasukan berkuda dan 3000 unta . Sedang pasukan muslimin berjumlah 300 orang dengan senjata ala sederhana saja.

Pertempuran kali ini dilakukan di bukit Uhud dan disebut perang Uhud . Mulanya pasukan muslimin berhasil memporak porandakan musuh. Banyak diantara mereka mati terkapar diterkam tentara muslimin. Banyak pemuka-pemuka musuh mati diujung pedang kaum muslimin.

Disaat Hamzah menyerang musuh-musuh Allah , Wahsi mengawasi dari jauh. Ia menunggu kesempatan yang baik untuk membunuhnya , kesempatan datang.

Ketika Hamzah sedang mengejar musuh , tiba-tiba tombak Wahsi lepas meluncur dari tangannya dan tepat mengenai tubuh Hamzah. Crees! Tombak Wahsi menancap di atas perut Hamzah hingga menembus ke pangkal pahanya . Hamzah jatuh, ia gugur sebagai syahada. Wahsi kemudian mendekati tubuh Hamzah dan mencabut tombaknya yang penuh berlumuran darah . Kemudian Wahsi pulang ke Makah dengan tenang. Di Makah Hindun menepati janjinya, ia dimerdekakan dari budak .

No comments